Btw, disclaimer dulu nih, bacanya kudu-harus-wajib-sambil play lagunya Sal-Nadin yang udah gue sediain. Biar feelnya lebih dapet.
Pertama, gue bersyukur sama Allah karena Allah masih memberikan umur yang panjang ke lu sampai hari ini, jadi seorang Nirwanti dengan umur 24 tahun yang jauh lebih baik dari Nirwanti yang gue kenal 9 tahun lalu.
Kedua, gue mau mengucapkan terima kasih ke mamah lu karena udah melahirkan lu dengan sehat walafiat. *Makasih ya mamahnya Wanti hehehe.
Ketiga, gue mau bilang terima kasih ke lu untuk semua hal yang udah lu kasih ke gue sampai hari ini, waktu, perhatian, persahabatan, gift, dan hal-hal lainnya.
Doa gue buat lu tahun ini sebenernya masih sama kayak di tahun-tahun sebelumnya. Gue berharap Allah ngasih umur yang panjang untuk lu, rezeki yang lancar dan banyak, pekerjaan yang tetap, kesehatan setiap harinya, lingkungan kerja yang positif, dijauhkan dari orang-orang yang jahat/punya niat buruk, dan jodoh yang baik ~ nah yang terakhir ini yang paling ditunggu-tunggu kan sebenernya wkwk.
9 tahun kita temenan, udah ngga kehitung berapa banyak hal-hal yang kita ceritain satu sama lain. Mungkin kalau lu tanya apa warna favorit lu, gue ngga tau, begitu juga sebaliknya. Tapi, kalau ditanya masalah apa yang ngga kita tau satu sama lain, kayaknya ngga ada sih wkwk. Karena kalau dari gue sendiri, udah hampir 90% masalah dihidup gue, gue ceritain ke lu. Lu tau strugglenya hidup gue dan gue juga tau strugglenya hidup lu.
Nirwanti di usia 24 tahun pastinya beda dari Nirwanti yang pertama kali gue kenal di usia 15 tahun. Sekarang lu udah jauh lebih dewasa dari segi usia dan pemikiran, udah kerja, udah bisa beli barang atau hal-hal yang lu inginkan selama ini, dan lu udah bisa memenuhi inner child lu sedikit demi sedikit . Good job, Wan!!
Ooh iya, ada satu hari ketika gue lagi ada di fase terendah hidup gue, gue curhat ke Allah, kenapa sih Allah ngga ngasih gue kakak, terutama kakak perempuan? Gue ngga mau jadi anak pertama, gue ngga mau dijadiin harapan dan ngga mau orang bergantung sama gue.
Sampe akhirnya gue sadar dan menemukan jawaban atas pertanyaan gue sendiri. Ternyata sosok kakak perempuan yang gue inginkan selama ini Allah hadirkan dalam bentuk sahabat perempuan, dan orang itu adalah lu ~ yang ternyata juga anak pertama di keluarganya. Bahkan kehidupan kita pun mirip-mirip ya hehehe. Walaupun kita sama-sama berantakan, tapi kita bisa saling nguatin. Ternyata Allah ngasih apa yang gue butuhkan, bukan yang gue inginkan.
Terima kasih ya Wan, terima kasih udah mau jadi sahabat gue, terima kasih udah hadir di hidup gue yang sangat biasa dan banyak traumanya ini. Untuk semua nasihat, masukan, waktu, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang udah lu berikan selama ini, terima kasih ya. Terima kasih juga udah sabar mendengarkan cerita gue yang itu-itu terus dan podcast gue yang bermenit-menit itu. Terima kasih udah jadi partner diskusi yang seru wkwk. Walaupun teori-teori kita ngga selamanya bener, tapi setidaknya pikiran gue jadi lebih terbuka dan berkembang setiap ngebahas suatu hal sama lu. Gue sadar, ngga semua orang "bersedia" dan "mau" melakukan itu. Bukan cuma sekadar mendengarkan, tapi lu juga paham dan bisa memberikan respon yang baik dan bijak. Terima kasih yang terakhir karena lu masih bertahan sampai hari ini. Ternyata.. lu jauh lebih kuat kan dari yang lu bayangkan. Lu bisa melewati hari-hari sulit di hidup lu yang ngga mudah pastinya.
Ooh iya, gue juga mau minta maaf karena gue pernah "ngga hadir" dan "melewatkan" fase penting di hidup lu. Tapi semoga ke depannya, gue bisa terus hadir ya. Maaf juga, kalau apa yang gue kasih ke lu belum sebanding dengan apa yang udah lu kasih ke gue. Doain gue terus ya supaya bisa melewati semua kesulitan ini.
Alesan tulisan ini bisa sangat panjang karena tulisan ini gue buat 1 bulan sebelum ulang tahun lu dan selama itu, gue banyak merenung dan nginget-nginget hal yang udah kita laluin. Dan ya, gue mellow banget dan bahkan nangis karena kehadiran lu sepenting itu di hidup gue. Apalagi di 2-3 tahun terakhir kehidupan gue yang sulit ini, lu selalu ada buat gue, mendengarkan curhatan gue dan merayakan hal-hal kecil lainnya.
Kalau one day lu ngerasa hidup lagi ngga baik-baik aja, lu harus inget lu punya gue yang selalu siap dengerin cerita lu. Jadi, jangan pernah merasa sendiri ya.
-----------------------------------------------------------------------------------------
*Gue sengaja milih lagu ini karena lagu ini yang paling "kita" banget. Ini semacam doa dan harapan gue untuk kehidupan lu beberapa tahun ke depan.
Semoga tulisan ini bisa sampai ke hati lu #anjayy wkwk.
Once again, happy birthday my dearest bestie. Hidup lebih lama ya.. untuk segelas kopi Tuku & jajanan di Blok M. WKWKWK